Read more: Membuat Read More Otomatis ~ Home Design Ideas http://kibagus-homedesign.blogspot.com/2009/11/membuat-read-more-otomatis.html#ixzz1Rqv3PClZ Under Creative Commons License: Attribution
0

Selamat tinggal, 2011... Hai, 2012...

          2011 merupakan salah satu tahun di mana aku sendiri mendapat banyak pelajaran. Pelajaran yang paling berharga salah satunya adalah menahan emosi.Banyak kejadian di hidup ini yang perlu disikapi dengan tenang atau dengan kata lain, jangan grasa-grusu. 
          Well 2011 bukan tahun terbaikku, tapi 2011 merupakan tahun spesial dalam perjalanan hidupku. Em bukan berarti di tahun ini ada kejadian spesial atau mungkin aku selalu merasa bahagia, namun malah sebaliknya. Dan dari semua itu aku sadar, di tahun ini Tuhan sedang mengujiku. Apakah aku bisa menjadi seorang remaja yang berpikiran dewasa lalu dinyatakan lulus ujian, atau malah harus menguji kembali tahun depan yah gagal maksudnya.
          Jujur menjadi dewasa itu gak gampang. Dan aku sebenernya belum siap untuk menjadi dewasa, sekarang ku kira aku pun masih sama, ingin bermanja-manja seperti dulu. Karena menurutku menjadi remaja adalah fase terindah yang pernah dilalui setiap manusia.
          Berikut ini 12 hal yang harus ku lakukan di tahun 2012, agar pengalaman di tahun 2011 ini tak sia-sia.


          1. Mungkin aku harus banyak menjaga kesehatan, dan minum suplemen yang selalu disiapkan Ibuku sebelum berangkat sekolah. -Sakit itu sangat menyebalkan–.
          2. Setiap belajar ataupun mau tidur harus matikan HP. Jujur ini salah satu hal yang sangat menggangu.
          3. Budaya online harus dikurangi–Kecanduan itu sangat memuakkan–.
          4. Harus benar-benar dalam memilih teman. –Salah sedikit, kau akan menjadi pecundang–.
          5. Kita harus berhati-hati dalam bertindak. –Orang lemah pun terkadang mempunyai cara licik–.
          6. Menjadi sosok yang berpura-pura tak tahu apa-apa mungkin lebih menyenangkan. Jika mereka bisa, mengapa aku tidak?–.
          7. Memperbanyak waktu untuk berserah diri kepada Allah.–Hanya Dia yang bisa membantuku di masa tersulit yang ku hadapi–.
          8. Mencari bukti yang kuat dulu sebelum bertindak. –Panggung sandiwara ini telah menghasilkan makhluk-makhluk yang punya berbagai wajah–.
          9. Jika tidak suka akan hal itu, tinggalkan saja. –Menjadi orang sok baik itu berbahaya–.
          10. Jangan terlalu murah hati. –Dunia saja kadang tak adil–.
          11. Menangis tidak akan menyelesaikan masalah. –Dia tidak mengerti kita, jadi jangan tangisi dia. Tak berguna–.
          12.. Syukuri semua hal yang telah diberikan Allah kepada kita. –Sesungguhnya ada rencana di balik itu semua–.


          Yah itu dia, 12 hal yang harus ku tanamkan dalam menjalani tahun 2012. 1 hal yang perlu ku ingat "Jangan melakukan kesalahan yang sama".
          Intinya, di tahun 2012 nanti kita harus menjadi pribadi yang lebih baik.


          Selamat tinggal, 2011...


          Hai, 2012...





        
          Yours Sincerely,
                       Veata
0

12/12/11

***

            Bahkan di siang hari kini aku merasa takut. Takut jikalau malam datang nanti, bulanku –kau– tak akan datang.

            12 Desember 2011

            Surat kedua untukmu ini, ku lampirkan dengan titik-titik kecil yang bergumul di pelupuk mataku :)
            Hai?
            Bolehkah aku sedikit meracau untuk kedua kalinya? Ku harap kau menginjinkannya, Jika memang nanti di tengah surat kau tak sanggup membaca lanjutan suratku, silakan kau lipat dan terbangkanlah bersama angin. Setuju?
            Kali ini mungkin aku akan bertanya beberapa hal kepadamu. Pertanyaan yang mungkin bisa kau jawab dengan sederhananya, namun ini begitu rumit bagiku.
            Mengapa di tengah perjalanan kita yang bisa dibilang sangat singkat, kau mengambil kembali candu yang pernah kau berikan padaku?
            Tidakkah kau lihat bahwa saat kau memaksa mengambilnya kembali, rembesan hangat seketika itu muncul di pelupukku?
            Aku tahu dan cukup sadar bahwa kita bukan apa-apa. Dan aku tak pantas menuntutmu untuk mempertahankan candu yang pernah kau berikan.
            Tapi apa salah jika aku memintamu masih tetap berada di sampingku dan membagi sedikit candu itu lagi agar aku tak bosan jika melewati perputaran waktu yang tak jua berhenti?
            Yah, mungkin permintaan itu terlalu berat untukmu. Terlalu berat untuk dikabulkan, hanya untuk seorang gadis yang hanya bisa membuat kesalahan. Namun harus kau tahu, ini aku apa adanya. Dengan segala kejujuran yang coba ku tunjukkan padamu.
            Hei, tapi aku akan berjanji padamu. Jika nanti kau menginginkanku pergi dari hidupmu, silakan katakan saja. Akan ku coba lakukan. Jangan memikirkan perasaanku, aku hanya buangan yang kau pungut dan sudah sangat siap untuk akhirnya akan kembali ke tanah. Dan pada akhirnya akan terurai oleh bakteri. Takdirku sudah diketahui, jadi jangan merasa iba padaku :)
            Maaf jika aku memiliki rasa yang begitu rumit terhadapmu, dan aku tak bisa membuang begitu saja rasa itu. Aku egois? Memang! Keegoisan itulah yang membuatku masih bertahan di sini. Kau tak suka dengan itu? Sudah ku duga.
            Kau boleh menganggapku bodoh, karena memang begitu adanya. Bahkan kini aku tak sanggup mengendalikan diriku saat bersamamu. Rasa itu datang seperti hantu, menyelinap melewati pori-pori kulitku, lalu dengan santainya menyabetkan luka pada setiap inci tubuhku, membuatku ringkih hingga tak sanggup untuk berdiri. Dan aku pun mati rasa pada yang lain.
            Aku harap ini cepat berakhir.
            Kini ku rasa candumu adalah obat satu-satunya. Bisakah kau berikan padaku sedikit saja candu itu lagi? Dan kau boleh memberikan sisanya untuk gadis lain. Tentunya gadis yang lebih segala-galanya dari ku. Gadis yang keberadaannya sering ku tangkap dari setiap gurat tulisanmu.
            Sekian surat dariku. Aku tak berharap akan sebuah balasan. Hanya kepastian darimulah yang ku tunggu :)

***



          Yours Sincerely,
                       Veata
Siguiente Anterior Inicio