***
Teruntukmu seseorang yang selama ini menemaniku.
Aku tak menyangka akan menjalani kisah serumit ini. Bahkan aku tak tau akan menyebut ini kisah apa? Apakah kisahku? Atau kisahmu?
Aku hanya seorang pengagummu. Bisa di bilang pengagum rahasia. Pantaskah aku menjadi pengagum rahasiamu?
Sedikit pun aku tak pernah menyangka rasa di hatiku akan memilihmu sebagai tuan barunya. Sama sekali tidak. Ingatkah kau ketika tempo hari kita berbincang singkat? Dari sana aku menemui getaran aneh yang pertama. Aku tak bisa langsung menyebutkan bahwa aku menyukaimu. Kau tahu? Aku sangat ragu saat itu.
Semakin lama kita mulai dekat. Aku hanya dapat tersenyum ketika mengingat bahwa kau sangat berbeda dari dugaanku. Ku sangka kau adalah lelaki yang kaku. Tapi aku salah. Kau menemani hariku dengan segala bentuk perhatian yang bisa kau berikan padaku. Tapi kau tahu? Di saat itu juga aku mulai jenuh.
Aku jenuh bukan karena rasa yang ku miliki mulai pudar padamu. Aku jenuh karena aku bingung. Kita hanya teman bukan? Tapi mengapa kau begitu memperhatikanku? Aku sedikit risih saat ada pertanyaan tentang hubungan kita. Ya aku risih dan mulai jenuh padamu ketika itu.
Ketika hari demi hari ku lewatkan tanpa ada perbincangan singkat antara kita, aku mulai menyadari untuk kesekian kalinya. Aku merindukanmu. Sangat merindukan kehadiranmu yang sepertinya mulai menjadi candu dalam hariku.
Aku tak tahu kau memakai mantra apa untuk membuatku begini? Atau adakah ramuan cinta yang hanya menjadi dongeng itu? Apakah benar tentang adanya Amortentia seperti dalam cerita fantasi yang sering ku baca itu? Hey bukankah kau juga menyukai cerita fantasi itu, kan?
Dan kini ketika kau membaca deretan kata aneh yang tak bermakna ini, aku yakin kau tau tentang perasaanku. Perasaan yang akhirnya ku akui setelah terlebih dahulu ada pengakuan sederhana darimu.
Kepadamu yang mungkin membaca deretan kata ini. Aku mohon jangan merasa bersalah. Yang salah di sini hanya aku yang terjebak oleh perasaan aneh yang melandaku begitu saja. Cukup kau tahu aku di sini sudah merasa lega setelah membeberkan rahasia tentang perasaanku padamu yang hanya diketahui oleh beberapa temanku saja.
Tolong jangan ada kata maaf lagi. Seperti kataku tadi, kita biarkan kehidupan kita masing-masing berjalan seperti apa adanya. Jika kau mau, kau boleh menganggap bahwa malam ini tak pernah terjadi.
11.11.11 Hari pengakuan di antara kita :)
***
Yours Sincerely,
Veata
Veata




0 komentar:
Posting Komentar